Fiksi

Prompt # 6 : Tuan Black

Noura menggeliat berusaha lepas dari security. Sebelum pintu benar-benar tertutup, dia masih sempat berbalik dan berteriak, “Saya sudah mencari anda bertahun-tahun, Tuan Black. Tiga hari lalu saya melihat facebook anda dan menemukan kisah yang sama seperti yang selalu diceritakan Ibu saya.”
Tak ada jawaban.
“Aku hanya ingin menyampaikan pesan ibu!” teriak Noura membahana, berusaha berontak dari security.
Sepi. Noura meringkuk dalam suatu ruang kosong.
***

 

Noura menatap ibunya yang berpeluh. Tiap malam selalu begitu. Bertahun-tahun lamanya. Mimpi buruk selalu menghinggapi tidur ibunya. Mimpi yang sama.
Hati Noura bergolak. Aku harus mencarinya.
Tiga hari lalu Noura dan ibunya melihat foto seseorang di FB. Seseorang yang selalu hadir setiap malam dalam mimpi buruk ibunya. Menceritakan kejadian dan tempat yang sama, persis cerita ibunya.
Tak Salah lagi. Pasti ini orangnya. Bagaimanapun caranya, aku harus menemukannya!

***

Lima tahun lalu …
Dewi berlari kencang menghindari kejaran berandalan yang mabuk, tak hanya satu tapi lima orang.
Kenapa aku lewat jalan pintas di gang ini ? Kenapa tidak lewat jalan biasa saja?
Para berandalan itu semakin dekat. Degup jantung Dewi semakin hebat.
“Berhenti !” Teriakan itu tepat terdengar ketika para perandalan itu hampir menyambar tangan Dewi. Dewi tak mengenal lelaki itu.
Para berandalan itu berbalik arah ke sumber suara teriakan tadi, memberikan kesempatan bagi Dewi untuk melarikan diri.
Sayup-sayup Dewi mendengar erangan kesakitan dari gang itu. Dewi menoleh ke belakang , tepat saat para berandalan mengayunkan balok kayu dan botol minuman keras kearah tubuh lelaki yang terkapar tak berdaya itu.
Dewi terus berlari dalam derai air matanya …
 ***

 

Derit pintu terbuka membuyarkan lamunan Noura di ruang kosong itu.
Noura mendongak . Tampak sosok Tuan Black duduk di kursi roda dikelilingi para security nya.
Noura berdiri dan berjalan mendekati Tuan Black. Keduanya saling berpandangan . Sesaat kemudian Tuan Black tersenyum kepadanya. Tatapan lembut Tuan Black menyejukkan hati Noura.
“ Ibuku ingin menyampaikan terima kasih…” desis Noura lirih.
Sedetik kemudian Noura bersimpuh di depan Tuan Black dan hendak mencium kakinya. Noura terkesiap. Kaki Tuan Black ternyata tak utuh lagi, hanya sebatas lutut. Perlahan, diciumnya kaki itu dengan penuh hormat. Tetes air mata Noura jatuh disana.

Ibu, mimpi burukmu berakhir hari ini.

Word :  344

 

10 Comments

  1. Aisyah S. A. March 21, 2013
  2. Helda March 21, 2013
  3. hana sugiharti March 21, 2013
  4. Lianny Hendrawati March 21, 2013
  5. kartika kusumastuti March 21, 2013
  6. Nunung Nurlaela March 21, 2013
  7. na' March 21, 2013
  8. Latree March 21, 2013
  9. Lianny Hendrawati March 21, 2013
  10. RedCarra March 23, 2013

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.