Fiksi

Prompt #3 : Telat!

Aku mematut-matut diri di depan kaca. Merapikan hem berwarna hijau cerah yang kubeli kemarin. Setelah merasa cukup puas dengan penampilanku, aku bergegas keluar rumah dan segera menaiki sepeda motor butut yang selalu setia menemani kemanapun aku pergi.

 

Jalanan hari itu ramai sekali, sudah hampir setengah jam aku terjebak kemacetan. Aku menyesali diriku sendiri kenapa tidak berangkat lebih pagi tadi. Hari ini adalah hari pertamaku bekerja, tentu saja aku tidak boleh datang terlambat, aku tidak boleh meninggalkan kesan buruk di hari pertama ini. Tapi jalanan rupanya tidak bersahabat denganku.

 

Tinggal dua menit lagi! Aku segera memacu sepeda motorku lebih cepat, masuk ke halaman parkir kantor. Setengah berlari aku meninggalkan halaman parkir itu, dan ….. brukkk!!
Aku menubruk seseorang hingga tasnya terjatuh. Seraut wajah kesal seorang wanita segera menyambutku. Seorang wanita cantik dengan baju stelan berwarna coklat muda, kelihatan tetap menarik meski sedang marah.

 

“Hey … kalau jalan lihat-lihat dong, main tubruk saja!” sentaknya.
“Aduh … maaf ya, aku sudah telat nih… maaf,” kataku dengan cepat. Tanpa memperdulikan wanita tadi aku segera melanjutkan langkahku kembali.
 “Hey .. tunggu dulu!”wanita itu berteriak kepadaku.
“Apa boleh buat, aku sudah telat, sudah tak sempat lagi mengambilkan tas itu …,”kataku dalam hati.
 * Image by Google *

 

“Gawat!”
Aku melirik jam di tangan, sudah lewat 3 menit! Kupercepat lariku, walaupun tahu bahwa itu hanyalah usaha sia-sia. Aku sudah telat! 
 
“Tidak apa-apa,” kataku menenangkan hati. Aku mulai memasuki ruangan dan mengetuk pintu. Seketika semua mata di dalam ruangan ini melihat ke arahku. Hampir semua orang yang ada di ruangan itu memandang aneh diriku.

 

“Maklumlah aku kan pegawai baru disini, jadi mereka kan belum mengenalku,” batinku menenangkan diri. Pak Tio yang mewawancaraiku saat aku melamar pekerjaaan menegurku,“Kenapa terlambat?”
 “Maaf, Pak … jalanan macet.”
“Lain kali jangan terlambat lagi, usahakan datang lebih pagi. Mengerti?”
“Mengerti, Pak.”

Pak Tio segera menunjukkan tempat kerjaku. Hhhhh… aku menghela nafas lega dan bersiap memulai pekerjaaanku dengan bersemangat.

 

Tiba-tiba semua rekan kerjaku berdiri dari kursinya, tinggal aku yang bingung sendiri.
“Ssttt… berdiri. Direktur datang tuh, kadang-kadang beliau memang menengok ruangan ini dan mengecek sendiri pekerjaan para pegawai. Memang tidak setiap hari sih … Ayo cepat berdiri,” bisik rekan kerja yang paling dekat dengan tempatku.
Aku segera berdiri …. dan jantungku berdetak dengan kerasnya. Sepasang mata sedang memandangku dengan tajam, mata dari seorang wanita cantik yang mengenakan baju setelan berwarna coklat muda. Wanita itu kelihatan tetap menarik meski sedang marah.
Keringat segera mengalir deras membasahi wajahku, tiba-tiba aku merasa badanku terasa lemas tak bertenaga …semangatku menguap entah kemana ….

 

22 Comments

  1. hana sugiharti February 5, 2013
  2. RedCarra February 5, 2013
  3. Diah Kusumastuti February 5, 2013
  4. Diah indri February 5, 2013
  5. liannyhendrawati February 5, 2013
  6. Nunung Nurlaela February 5, 2013
  7. Nathalia Diana Pitaloka February 5, 2013
  8. Mira Sahid February 5, 2013
  9. Istiadzah Rohyati February 5, 2013
  10. kartika kusumastuti February 5, 2013
  11. IrmaSenja February 5, 2013
  12. keke naima February 6, 2013
  13. liannyhendrawati February 6, 2013
  14. rinibee February 6, 2013
  15. latree February 6, 2013
  16. Helda Fera February 6, 2013
  17. liannyhendrawati February 6, 2013
  18. erlinda sukmasari wasito February 7, 2013
  19. Mira Aqila February 11, 2013
  20. liannyhendrawati February 15, 2013
  21. dian farida November 29, 2013
    • Lianny December 2, 2013

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.