Fiksi

Prompt #24 : Mana Tahan

Kulirik jam tanganku, sudah hampir jam 3 sore. Kupercepat langkahku menuju lapangan basket yang ada di pekarangan sekolah. Teman-teman sudah bayak yang datang. Sahabatku, Wanda dan Hana juga sudah menungguku di sana.

“Sita, ayo cepet. Sudah hampir mulai nih.”

“Iyaaa. Lho Pak Pur mana?”

“Tuh ketinggalan berita kan? Makanya jangan bolos melulu. Pak Pur  mulai minggu kemarin sudah tidak mengajar extra basket lagi.  Aku lupa memberi tau kamu.”

“O ya, terus siapa penggantinya?”

“Ssttt… itu orangnya..” Wanda menyikut lenganku pelan.

Sesosok tubuh menuju ke arah kami, aku terpana.

Wow!

Aku berdecak kagum melihat tubuh kekar dan tegap itu. Lengannya yang berotot dan tampak mengkilat itu membuat mataku tak mampu berkedip.

Kaos hitam ketat membalut tubuh atletisnya. Dan rambut  gondrongnya  yang  berwarna coklat itu begitu serasi membingkai wajah tampan itu.

Sempurna sekali.

credit

Wah, ini guru basket apa instruktur fitness ya, gempal sekali tubuhnya? Kalau guru basketnya seperti ini, aku akan rajin datang extra basket setiap minggu he he…

“Sitaaa…” Kali ini Hana yang menyikut lenganku, membuatku tersadar dari pesona itu.

Sosok tampan itu kini berdiri di hadapan kami.

“Sore ..”

“Sore, Pak Agung.”

Ohh, jadi namanya Pak Agung toh.

“Bagaimana, sudah siap latihan hari ini?”

“Siap ..”

“Baik, sekarang pemanasan dulu ya. Setelah itu lari keliling lapangan 6 kali, baru latihan basket.”

Mampus! Udah lama nggak latihan fisik, kuat nggak ya? Mana tadi siang cuma sempet makan 2 buah pisang goreng saja. Aha, kenapa nggak pura-pura pingsan saja kalau sudah capek?

Aku tersenyum sendiri, dan mulai membayangkan Pak Agung yang kekar itu menggendong tubuhku.

Setelah melakukan pemanasan dan lari keliling lapangan 2 kali, aku merasa capek.  Aku mulai menjalankan aksiku.

“Sita! Kau kenapa?”

“Sita pingsan, mungkin dia belum makan siang tadi.”

“Pak Agung, tolong! Sita pingsan.”

Suara-suara berisik menyerbu telingaku. Aku diam tak bergerak. Kurasakan sepasang tangan kokoh  meraba dahiku dan kemudian mengangkat tubuhku menjauhi lapangan.

Beneran kan, Pak Agung menggendongku.

Aku tersenyum dalam hati. Tiba-tiba aku mencium bau sesuatu.

Eh, bau apa ini ya, nggak enak banget, bau asem-asem gimana gitu…

Otakku berputar dengan cepat.

Oalah, ini pasti bauuuu…….

Mendadak kepalaku pening dan perutku mual.  Akhirnya aku pingsan beneran.

word : 343

22 Comments

  1. Orin September 5, 2013
    • Lianny September 10, 2013
  2. jiah September 5, 2013
    • Lianny September 10, 2013
  3. 空キセノ September 5, 2013
    • Lianny September 10, 2013
  4. Ryan September 5, 2013
    • Lianny September 10, 2013
  5. riga September 6, 2013
    • Lianny September 10, 2013
  6. Susanti Dewi September 7, 2013
    • Lianny September 10, 2013
  7. Indah Juli September 7, 2013
    • Lianny September 10, 2013
  8. herma1206 September 7, 2013
    • Lianny September 10, 2013
  9. linda September 8, 2013
    • Lianny September 10, 2013
  10. latree September 10, 2013
    • Lianny September 10, 2013
  11. julie September 11, 2013
    • Lianny September 12, 2013

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.