Fiksi

Harapan di Tahun Baru

terompetCredit

 

“Kak, jalanan rame sekali, banyak arak-arakan sepeda motor.”

“Iya, Dik. Kan besok sudah tahun baru.  Orang-orang juga biasanya begadang, mengadakan pesta tahun baru. ”

“Andai kita bisa merayakan tahun baru dengan makan enak ya, Kak.”

“Dik, bisa makan nasi dengan kerupuk saja sudah beryukur. Jangan berharap lebih.”

“Aku kan cuma berharap, Kak. Masa nggak boleh?”

“Kita berdoa saja, semoga di tahun yang baru nanti, kita mendapat rejeki lebih.”

Sang kakak memeluk erat adiknya. Mereka menatap langit malam yang penuh dengan kerlip bintang. Berharap mendapat rejeki lebih banyak di tahun yang baru.

 

***

 

Hari masih sangat pagi ketika kakak dan adik itu menyusuri jalan yang sepi …

“Kak, banyak sampah di jalanan. Eh… itu apa ya, Kak?”

Si adik berlari menuju ke suatu benda yang tergeletak di tanah dan memungutnya. Bentuknya seperti corong, satu ujungnya sempit dan tambah melebar di ujung satunya, berhiaskan rumbai beraneka warna.

“Coba masukkan sedikit ujung yang sempit itu ke mulutmu, lalu tiup.”

Si adik menuruti perkataan kakaknya dan terlompat kaget saat suara nyaring keluar dari benda itu, si kakak terbahak. Adik meniup benda itu lebih keras, dan suara yang lebih nyaring kembali terdengar. Keduanya saling pandang, dan akhirnya tawa mereka meledak memecah kesunyian jalanan.

 

***

Word : 197

CERMIN tema : Terompet ( tanpa ada kata terompet )

 

14 Comments

  1. hana December 31, 2013
    • Lianny January 1, 2014
  2. nina noichil December 31, 2013
    • Lianny January 1, 2014
  3. Miss Rochma December 31, 2013
    • Lianny January 1, 2014
  4. Lidya January 2, 2014
    • Lianny January 13, 2014
  5. Home & Garden January 2, 2014
    • Lianny January 13, 2014
  6. Nuansa Pena January 2, 2014
    • Lianny January 13, 2014
  7. Susanti Dewi January 7, 2014
    • Lianny January 13, 2014

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.