Ikan dengan kandungan omega 3-nya sangat bermanfaat untuk mencegah penyakit kanker. Tingkat kesegaran ikan yang akan diolah sangat berpengaruh terhadap hasil olahan yang akan dihasilkan, baik penampakan, rasa, tekstur, maupun nilai gizinya. Oleh karena itu sebelum melakukan pengolahan ikan, harus dipastikan ikan yang akan diolah terjamin kesegarannya.
Cara pemilihan ikan segar secara sederhana dapat dilakukan dengan penginderaan, baik itu melalui penglihatan, penciuman, maupun dengan cara memegang ikan untuk mengetahui teksturnya.
Ciri-ciri Ikan Segar
1. Mata cembung, cemerlang, selaput bening jernih, dan pupil berwarna hitam.
2. Insang berwarna merah, tidak berlendir, dan tidak berbau busuk.
3. Warna kulit cemerlang dan belum pudar.
4. Sisik melekat kuat, mengilap dengan tanda dan warna khusus, tertutup lender jernih.
5. Dagingnya padat dan kenyal, bila ditekan tidak ada bekas jari.
6. Berbau segar khas ikan, tidak tercium bau pesing.
Daging merupakan bahan yang mudah rusak, hal ini disebabkan komposisi gizi daging yang baik untuk manusia amupun mikroorganisme, dan juga karena pencemaran permukaan daging oleh mikroorganisme perusak. Selama ini suhu rendah selalu digunakan untuk memperlambat kecepatan berkembangnya pencemaran pada daging.
Pilihlah daging yang berwarna merah segar dan berbau khas daging, tidak berbau busuk. Jika daging tersebut tidak langsung diolah sebaiknya disimpan di bagian freezer pada pendingin dengan dilakukan pembungkusan terlebih dahulu. Untuk menghindari konsumsi lemak berlebih, pilihlah daging tak berlemak (has dalam), ayam dengan lemak rendah (ayam buras / ayam kampung).
(Sumber: Buku “Makanan Anti Kanker”, Ir. Mardiah MSi dkk, source image by google)




waah makasih kak infonya ^^