Penulis : Devania Annesya
Penyunting : Donna Widjajanto
Ilustrasi Sampul : Dira Anndhini
Pemeriksa Aksara : Wiendya Dhewi, Puti Ayu Amafullah
Penerbit : Plotpoint
Cetakan Pertama : Juli 2013
Tebal : 252 halaman
ISBN : 978-602-9481-50-1
Blurb :
Maya sengaja berlama-lama kuliah di London. Tapi kini ia terpaksa pulang ke Jakarta, kembali ketemu panas, macet, dan orantuanya yang sudah menyiapkan perjodohan untuknya.
Sebaliknya, Maia seumur hidup tinggal di Tulungagung. Ini kali pertamanya ke Jakarta demi mencari kerja. Dia gugup setengah mati di kereta menuju Stasiun Senen, dan sampai di sana malah bertemu Jonathan, bukan Joni.
Walau bernama mirip, Maya dan Maia, punya rencana yang berbeda, dan urusan cinta sama-sama tak ada dalam rencana itu. Apalagi soal hidup yang tak sengaja tertukar. Maya yang biasa hidup serba ada mendadak kini bersama Joni yang tukang reparasi komputer. Sementara Maia yang tidak mengerti apa-apa soal Jakarta, kini diantar Jonathan untuk tinggal di apartemen mewah.
Ini adalah cerita soal hidup, cinta, dan kebetulan. Dan pertanyaannya : percayakah kamu dengan kebetulan?
***
Teori Kosmos adalah bohong.
Tuhan tidak pernah bermain judiโฆ.
( Novel Maya Maia – Devania Annesya)
Saat membaca judul dari novel ini bayanganku adalah tentang dua orang perempuan kembar, Maya dan Maia. Ternyata bukan, Maya dan Maia bukan saudara kembar, mereka hanya punya kemiripan nama saja dan wajah mereka juga tidak mirip. Belum lagi sikap dan kehidupan mereka sungguh bertolak belakang.
Cover novel ini seakan menjelaskan bahwa ada 4 tokoh utama yang diceritakan dengan proporsi yang sama besar yaitu : Maya, Maia, Joni dan Jonathan.
Maya cantik, langsing, gaul abis deh, kuliah di London tapi nggak kelar-kelar. Akhirnya dipaksa pulang untuk ditunangkan dengan Jonathan (saat kecil dipanggil Jojo).
Maia polos, lugu, alim dan bisa dibilang ndeso (tempat tinggalnya di kota kecil Tulungagung), dapat membaca pikiran negatif orang. Berangkat ke Jakarta ya pertama kali itu, niatnya untuk bekerja di tempat Joni. Eh malah kecopetan dan bertemu dengan Jonathan.
Jonathan (calon tunangan Maya) seorang direktur tampan yang ditinggal nikah sama Denisha kekasihnya. Berusaha move on dengan menyetujui pertunangannya dengan Maya, tapi banyakan gagalnya hihihi ๐
Joni (calon Maia) tukang reparasi komputer yang jarang mandi, cuek, gaya bicara ceplas ceplosย seenaknya sendiri. Penampilan asal-asalan dan slengekan. Dijuluki si kain pel oleh Maya.
* Dapet tanda tangan dan cap bibir dari penulis itu sesuatu banget lho hihi *
Cerita ini bak sinetron di layar kaca, berawal karena ketidaksengajaan Joni dan Jonathan yang salah jemput di stasiun Senen. Joni yang mestinya menjemput Maia malah menjemput Maya yang waktu itu sengaja berdandan ala gadis desa dengan meminjam baju sahabatnya. Sebaliknya, Jonathan malah menjemput Maia yang waktu itu kecopetan dan kehilangan semua barang yang dibawanya.
Bisa ditebak, Maya yang gaul itu turun derajat dengan tinggal dan menjadi asisten si tukang reparasi komputer. Maia sendiri bak Cinderella, tinggal di apartemen mewah yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.
Maya akhirnya tau bahwa jodohnya telah tertukar. Apa yang dilakukannya? Apakah Maya akhirnya berjodoh dengan Jonathan?
Seperti banyak pembaca lainnya, aku suka menebak-nebak sendiri bagian endingnya. Meski keinginan untuk membuka halaman belakang besar sekali, tapi aku berusaha untuk tidak membacanya terlebih dahulu biar menjadi kejutan nantinya. Ternyata endingnya sesuai dengan tebakanku dan itu yang kuharapkan hehe.
Ide cerita ini terkesan biasa, dengan banyaknya kebetulan yang terjadi. Mengambil alur maju dengan beberapa bagian yang flashback ke masa lalu, cerita ini mengalir ringan dan tak terasa tau-tau novel ini sudah habis kubaca. Ada bagian-bagian yang bikin trenyuh, ada bagian yang membuatku tersenyum geli. Kepolosan Maia dengan logat medoknya yang bikin gemes dan gaya slengekan si Joni yang bikin keki. Menurutku semua karakter tergambar dengan baik.
Yang kusuka dari novel ini adalah beberapa kutipan/quotes yang makjleb banget.
Tidak seorang wanita pun di dunia ini yang suka menjadi yang kedua kalau masih memiliki kesempatan menjadi yang pertama dan satu-satunya.
(hal 83)
Mana yang lebih menyakitkan, mereka yang memiliki kenangan lalu kehilangan atau mereka yang kehilangan tanpa memiliki kenangan?
(hal 129)
โDi dunia ini, manusia terlahir dalam dua spesies, yang pertama adalah manusia bersayap dan yang kedua manusia tanpa sayap. Manusia yang bersayap ditakdirkan untuk terbang tinggi menggapai langit tak terbatas. Sementara spesies yang kedua, kebalikannya, ia ditakdirkan untuk tetap menjejak bumi dan menjalani hidupnya dengan terus menyentuh tanah. Nggak ada yang buruk dengan spesies yang kedua, mereka hanya menjalani takdirnya. Begitu saja.โ
(hal 175)
โMungkin ada sesuatu yag tidak perlu diucapkan untuk didengar, mungkin ada sesuatu yang tidak perlu disampaikan untuk dipahami. Mungkin ada sesuatu yang tidak perlu disemai untuk kemudian tumbuh, bersemi. Rumit…, tetapi sederhana untuk sekedar dimengerti.โ
(hal 202)
Bagaimana mungkin kamu pergi begitu saja setelah semua hal yang terjadi?
Kamulah yang terburuk!
Karena kamu datang serupa angin, mengisi ruang yang hampa untuk kemudian pergi begitu saja, seakan tidak terjadi apa-apa.
(hal 211)
Ini tentang hidup, cinta, kebetulan dan takdir Tuhan. Di dunia nyata yang kita hadapi juga seperti itu, banyak kebetulan-kebetulan yang terjadi dan kadang tak kita mengerti. Kebetulan yang satu disambung dengan kebetulan yang lain. Ya,ย mungkin semuanya terlihat serba kebetulan, tapi aku yakin bahwa takdir Tuhan juga ikut berperan dalam hal ini, termasuk jodoh yang tertukar. Manusia boleh berencana, tapi tetap Tuhan juga yang menentukan.
Jika suatu saat bisa bertemu langsung dengan Annesya, aku pengin nanya apakah dia pernah berjumpa langsung seseorang yang bisa membaca pikiran negatif, seperti yang diceritakan dalam buku ini? Aku penasaran.
Rating 3 1/2 dari 5 bintang untuk novel ini.
Profil singkat penulis (hasil intip di Goodreads):
Devania Annesya- 25 tahun. Anak kedua dari empat bersaudara. Terjepit di antara dua adik dan satu kakak perempuan. Masih sibuk menjadi kakak merangkap adik. Sibuk ngantor di salah satu badan hukum negara. Dan juga masih sibuk berpura-pura waras. Yang terakhir adalah yang paling sulit. Sejak dulu lebih suka menulis novel ketimbang cerita pendek.
Novel yang terbit:
1. FEBRUARI: ECSTASY (Monthly Series #2) (Grasindo, 2015),
2. MUSE (Grasindo, 2014),
3. ELIPSIS (Penerbit POP, KPG, 2014),
4. QUEEN: Ingin Sekali Aku Berkata Tidak (Sheila, Penerbit Andi, 2014),
5. X: Kenangan yang Berpulang (Grasindo, 2014),
6. MAYA MAIA (Bentang Pustaka, 2013),
7. UBUR-UBUR KABUR (Sheila, Penerbit Andi, 2011),
Dan.. masih punya satu waiting list novel yang akan terbit pertengahan tahun ini. (hasil stalking di blog penulis ๐ )
Untuk berteman:
twitter: @D_Annesya, email: annesya.devania@gmail.com, FB: Devania Annesya, IG:annesyadevania, Path: Annesyadevania




Waaah, jadi kepengin baca bukunya langsung neeeh…. ๐
Makasih sudah mampir ๐
Aku kok gak dpt cap bibirrrrr???
Aku malah suka jojo joni, gemeeeessss
aku tambahin, novel ke 8 Muara Ras, bulan ini terbit
Typo, Muara Rasa
hahahaha jangan cepet2 ngetiknya Jiah ๐
Wow bulan ini ternyata terbitnya ๐
jadi ingat film si kembar itu ya mbak yang bertukar peran. Tapi buku ini bukan kembar ya tokoh utamanya melainkan mirip.
Yang mirip itu namanya, Maya dan Maia kalau diucapkan jadinya sama meski beda ejaan, satu pake “y” satu pake “i” ๐
kunjungan pertama…..
Nice Blog…..
ijin lihat-lihat blog/website nya…..
Makasih