Fiksi

Prompt #29 : 27 Maret

Sore ini sepulang kerja, aku menyempatkan diri pergi ke toko buku yang letaknya berdekatan dengan kantorku. Di jam-jam seperti ini, toko buku itu hampir selalu sepi dari pengunjung, aku suka pergi ke sana setelah pulang kerja. Nyaman sekali membaca buku dalam suasana sepi, selain itu aku berharap bertemu dengan seseorang…

Kulirik kalender yang ada di meja kasir, 27 Maret 1966 ..

 

 

Ingatanku melayang kepada wajah seorang gadis yang mempunyai senyum sehangat mentari pagi, namanya Marni.

27 Maret, tanggal itu tak akan pernah kulupa. Hari itu adalah pertama kalinya aku bertemu Marni. Pertemuan pertama itu berlanjut dengan pertemuan-pertemuan berikutnya di toko buku ini. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama, tapi terlalu pengecut untuk mengatakannya. Sampai suatu hari, aku tak pernah bertemu dengan Marni lagi di toko buku ini. Gadis itu seakan hilang ditelan bumi.

Marni, sudah hampir 6 bulan aku tak pernah melihatmu lagi di sini.  Pergi kemana kau? Aku rindu senyummu yang hangat itu…

Tiba-tiba pandanganku menangkap sesosok tubuh yang berdiri di rak buku paling pojok. Hatiku berdegup kencang.

Itu Marni!

“Marni! Kemana saja kau selama ini?” Aku menyapanya dengan riang dan sekejap senyumku hilang saat menyadari betapa tirusnya wajah gadis itu, tak ada senyum di sana. Tatapan matanya berselimut kabut.

Kuajak Marni duduk di bangku kayu yang ada di pojok ruangan itu.  Aku bersyukur karena tidak ada pengunjung lain sore ini selain kami berdua.

“Nah, sekarang ceritakan apa yang sudah terjadi. Itupun kalau kau tidak keberatan menceritakannya,” kataku perlahan. Akhirnya meluncur juga cerita dari bibir Marni, kalau kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan, sebuah bus yang melaju kencang telah menghantam mobil mereka.

“Dion, aku sudah tak punya siapa-siapa lagi sekarang,” suara Marni hampir menyerupai bisikan.

Aku tercenung, ikut merasakan kesedihan Marni.

“Aku turut berduka, Marni. Kau tinggal bersama siapa sekarang?” Aku tiba-tiba teringat kalau Marni adalah anak tunggal.

“Tante Irma, adik mama, yang selama ini menemaniku. Tapi lusa, Tante Irma akan pulang ke Bandung, aku akan turut serta. Sore ini, aku menyempatkan pergi ke toko buku ini, karena mungkin aku tak akan pernah ke sini lagi.”

Marni akan pergi.  Aku harus mengatakannya sekarang, atau tidak akan pernah…

“Marni, aku mencintaimu, sejak pertama kali kita bertemu. Mungkin bukan saat yang tepat mengatakan ini sekarang, aku tau kau masih berduka kehilangan orang tuamu. “

Marni terdiam.

“Aku ingin  mengisi ruang dalam hatimu, menjalani suka dan duka kehidupan ini bersamamu. Kau tak perlu menjawab sekarang, Marni. Aku akan menunggumu … “

Hening. Marni menatapku lama, perlahan bulir bening bergulir turun membasahi pipinya yang pucat.

**

 

– 27 Maret 2017 –

“Ma, Pa .. ayo tiup lilinnya..”

“Kakek… Nenek… ayo cepet, habis itu kuenya dipotong yaa!”

Kupandang wajah perempuan di sebelahku, buatku kecantikannya tidak berubah meski sudah banyak keriput menghiasi wajahnya. Perempuan itu menatapku dan tersenyum, senyumnya  juga masih sama seperti dulu, sehangat mentari pagi.

Kami saling bergandengan tangan dan bersama-sama meniup lilin berangka 50 itu, disaksikan kedua anak dan cucu-cucu kami, di hari ulang tahun pernikahan emas yang meski sangat sederhana, tapi begitu indah buat kami berdua.

 

Word : 498

 

Ps: 27 Maret? Langsung inget sama ortuku.

27 Maret adalah hari ulang tahun pernikahan papa dan mama.

Masih kebayang sih, pesta kejutan dari kami, anak-anaknya di ultah pernikahan perak mereka. Kado2 sederhana dan kue tart yg belepotan karena cream meleleh terkena panas di mobil selama 1,5 jam perjalanan he he..

Mohon doanya ya teman, smoga beliau berdua diberi kesehatan sehingga bisa merayakan ultah pernikahan yg ke 50 tanggal 27 Maret 2017 nanti.

 

20 Comments

  1. Orin October 10, 2013
    • Lianny October 11, 2013
  2. Helda October 10, 2013
    • Lianny October 11, 2013
    • Lianny October 11, 2013
  3. riga October 10, 2013
    • Lianny October 11, 2013
  4. Edi - aura ide October 10, 2013
    • Lianny October 11, 2013
  5. eksak October 11, 2013
    • Lianny October 13, 2013
  6. Lidya October 11, 2013
    • Lianny October 13, 2013
  7. keke naima October 15, 2013
    • Lianny October 16, 2013
  8. latree October 16, 2013
    • Lianny October 16, 2013
  9. gina December 7, 2013
    • Lianny December 8, 2013

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.