Harta yang paling berharga adalah keluarga
Istana yang paling indah adalah keluarga
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga
Mutiara tiada tara adalah keluarga
Selamat pagi Emak
Selamat pagi Abah
Mentari hari ini berseri indah
Siapa yang tau lirik lagu di atas? Yang tau pasti seangkatan denganku hehehe. Yup, itu soundtrack lagu yang dinyanyikan di sinetron Keluarga Cemara.
Aku dulu nonton sinetron Keluarga Cemara, suka dengan kebersamaan keluarga sederhana ini. Abah yang bekerja keras sebagai penarik becak, Emak yang membuat opak untuk dijual dan kekompakan ketiga anak Emak dan Abah yaitu Euis, Ara dan Agil. Semua anggota keluarga saling bantu dan saling menyayangi.
Sebagai orang tua, aku juga pasti bahagia kalau anak-anakku rukun dan saling menyayangi seperti dalam sinetron Keluarga Cemara itu.
Sumber gb : https://twitter.com/keluargacemara3
Anak adalah anugerah dari Tuhan. Tiap anak tentu punya sifat dan kepribadian yang berbeda satu dengan yang lain. Anak pertama bisa berbeda dengan anak kedua. Cara belajar aja juga beda lho, seperti anak-anakku, sulungku suka belajar sambil ndengerin musik, yang bungsu malah nggak bisa konsentrasi belajar kalau ada suara musik.
Selain sifat yang berbeda, tiap anak juga punya keahlian yang berbeda juga. Bisa jadi anak pertama unggul di matematika, tapi anak kedua malah tidak suka matematika, unggulnya di bidang seni misalnya. Apapun itu, sebagai orang tua tentu harus bijaksana dalam mendampingi anak-anaknya.
Nah, ini yang aku harus terus belajar. Kadang nggak sadar keceplosan, suka membandingkan kakak dan adiknya. Kalau sudah begitu, anak-anak protes nggak mau dibanding-bandingkan. Duh, maaf ya, Nak. Mama ini suka lupa.
Ngomongin anak, jadi inget deh dengan pemilik blog Catatan si Emak yaitu Siti Hairul Dayah yang biasanya kupanggil dengan Mak Irul.
Pertama kali kenal dengan mak Irul adalah saat ada event Srikandi Blogger 2014 lalu. Fotonya yang memegang busur dan anak panah terlihat gagah seperti Srikandi beneran hihihi. Mak Irul seorang ibu dengan enam orang anak. Anak-anaknya dididik sendiri dengan sistem home schooling. Hidup anak-anak adalah pilihan mereka, begitu yang dipaparkan oleh mak Irul dalam postingannya : Dunia tanpa Ijazah.
Semua memang pilihan, memutuskan anak belajar di sekolah atau di rumah, tentu sudah dengan pertimbangan yang matang. Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik buat anaknya.
Aku sendiri, kalau melihat anak-anakku sekarang ini sudah tambah gede, kadang kangen lho masa-masa mereka masih kecil. Kalau dulu sering diajak main masak-masakan sama anakku, sekarang praktek deh masak sungguhan hehehe. Seru juga kalau masak atau bikin kue bareng anak-anak seperti saat bikin kastengel, kue kering pertama yang kami buat. Sekarang sudah banyak kegiatan di sekolah yang menyita waktu mereka. Jadi aku manfaatin hari Minggu atau hari libur sekolah.
Dua hari lalu, pagi hari sekitar jam 9 pagi, ada seseorang yang menelponku dan mengabarkan kalo anakku kecelakaan di sekolah. Meskipun aku yakin kalau itu penipuan karena cara seperti ini sudah sering kudengar dan beberapa waktu lalu juga ada sms dari sekolah untuk tidak percaya telpon seperti itu, tetap aja aku kaget, kepala mendadak pusing. Setelah aku telpon sekolah dan memang anakku dalam keadaan baik-baik saja, baru aku bisa lega. Tapi pusing kepalaku tetap berlanjut sampe siang 😀
Semoga anak-anak selalu sehat dan selalu dalam perlindunganNya. Amin.




Iya nih image Mak Irul dengan busur panahnya itu sangat melekat di memori 🙂
Nah, ingat juga ya Mak Uniek 😀
Keuarga memang harta yang paling berharga ya mba.. Aku ngg tau bagaimana kalau ngg punya keluarga tuh. Dan aku belajaar banyaaak dari Mak Irul ya mbaaa 🙂
Iya Mama Bo, keluarga memang tak tergantikan.
Ya Allah kenapa merinding baca bawahnya, padahal itu penipuan ya. Mbak Irul atau catatan si emak memang memiliki anak-anak yang super. Anak yang super besar dan sukses oleh tangan ibu dan bapaknya. Senang berkenalan dengan mbak irul juga.
Senang berkenalan denganmu juga Astin 😀
Keluarga anugerahNya terindah ya Jeng Lianny, doa bunda beserta sepanjang masa bagi buah hatinya. Selamat menikmati mensyukuri keluarga.
Iya, makasih Bu Prih 🙂
Duh, aku jadi terngiang2 lagu Keluarga Cemara terus, nih. Mak Irul itu emang hebat, ya. Anaknya banyak tapi bisa akur semua. Mana sekolahnya di rumah semua. *angkat topi*
Senengnya punya anak yang rukun semua ya 😀
Setuju, harta yang paling berharga adalah keluarga
Yup, keluarga adalah harta yang paling berharga 🙂
Aku salut sama Mak Irul.. Huhu nanti pengen punya anak dan didik sendiri anak2ku
amin. Semoga harapannya terkabul Mel.
Ini sinetronnya mengenang banget 😀
Suka lihat juga ya? 😀
iya bener banget mbak, keluarga adalah segalanya
Iya, makasih sudah mampir 🙂
Aamiin aamiin. Semoga kita selalu dilindungi dr segala kejahatan, selalu sejat dan bahagia ya mba Li. Telepon penipuan itu tuh emg suka bikin jantung mau copot ya mba Li, syukurlah mba Li gk lgsung percaya. 🙂
amin. Iya, sudah di sms sekolah sebelumnya sih, jadi sudah menduga kalo penipuan.
Iya mbak, setuju banget… orang tua akan selalu merindukan anaknya bila berjauhan
Iyaa, waktu anak kemping sekolah aja sudah kangen hehe
Itulah kehidupan…
Terkadang tersirat keinginan untuk memutar balik waktu…
Ternyata dunia ini telah membutakan mata untuk saling mengasihi dan menyayangi…
Bahkan banyak waktu yang terbuang untuk keluarga, gara-gara mengurusi dunia…
Akan tetapi tidak ada kata terlambat untuk berusaha lebih baik…
Sangat setuju dengan perkataan ” harta yang paling berharga adalah keluarga ”
Terima Mba… 😀
keluarga tak tergantikan 🙂
jadi inget sinetron ini nih, aku suka banget nontonnya
TOS! 😀
Dan aku memilih keluarga saat itu sehingga kita nggak jadi bersua setelah sebulan merencanakannya 🙁
Iya Amma, keluarga prioritas no 1 ya *hug
salah satu sinema tv favoritku juga, betewei jadi salut sama makrul yang keren bisa mengasah asih dan asuh anak-anak dengan mantaaf 🙂
Iya, mak Irul telaten banget ya.
wah ada foto naik becak. aku paling suka naik becak (oot banget ini komenku). Tapi beneran hilang fokus aku gara2 liat foto naik becak itu. dulu aku paling suka naik becak soalnya.
hehe di Jakarta nggak ada becak ya mb Ade. Kalo di tempatku masih ada, aku masih sering naik becak 🙂
ah aku jadi ingat setiap pulang sekolah nonton keluarga cemara. Sepertinya gambaran keluarga mak Irul sama seperti keluarga cemara.
Ooh masih ada ya waktu zamannya Silvi sekolah?
baca ini aku jadi pengen peluk bapak ibuku yang lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget
Iya Cheil, mereka harta paling berharga ya