Wajah kita sudah sama-sama keriput dan rambut kita sudah sama-sama memutih.
Tapi cintaku padamu tak akan pernah berubah.
Aku ingin menghabiskan masa tua ini denganmu.
Duduk di teras depan berdua, mengkhayal anak cucu kita datang ke rumah ini.
Menjemur tubuh ringkih kita di kehangatan pagi, seperti seorang bayi..
Dan selamanya aku akan tetap mencintaimu, meski kini kau tidak mengenalku lagi..


Terima kasih atas partisipasi sahabat
Segera dicatat sebagai peserta Kontes Unggulan;Enam Puluh Tiga
Salam hangat dari Surabaya
Terima kasih Pak Dhe ..
Wah bahagianya jika bisa menemukan pendamping hidup yang mencintai sampai akhir hayat, semoga sukses ya mbak Liany
Makasih Susan π
Pasangan yang bahagia, meskipun salah satu dari mereka harus……, pikun apa kenapa kok tidak mengenali lagi?
iya, pikun/dementia mbak Yuni ..
selain istilah ‘cinta mati’ ternyata ada juga ya ‘cinta pikun’ π
bagus ceritanya euy, semoga sukses ngontesnya yaaa…
Cinta pikun? He he.. ada istilah baru ini. Makasih mbak π
Ceritanya komplit n keren mbaak…menandakan cinta sampai akhir hayat π sukses untuk mba Lianny ^^
Makasih mbak π
walaupun pasangannya sudah tidak mengenalinya lagi tapi tetap ada rasa sayang
iya mbak, rasa sayang itu ada di hati masing2 yaa
Sukaaaaa, keriput, rambut putih #em…jadi tambah kangen Bapak dan Ibuku,
Salam
Astin
klo aku, jadi membayangkan klo sdh tua seperti apa ya nantiii..
So sweet mbak :))) sampai di surga juga hehehe *maunya*
Iya, maunya gitu sih he he π
so suit banget….cinta bertahan sampai tua.
sampe maut memisahkan π
kontes yang sangat seru nih pada bagus semua artikel dari pesertanya. semoga menang ya
Makasih sudah mampir π
menyentuh sekali mbak^^
Makasih Orin ..
Yang paling aku takuti itu menjadi tua & pikun. Buat apa hidup jika aku tak menyadari bahwa aku hidup. Tapi entah bagi orang2 sekitarku, mungkin hanya diam & duduk sudah membuat mereka senang, atau ngrepoti? Hehehee
Setiap orang pasti akan jadi tua, itu sudah pasti. Hanya saja bagaimana keadaan kita saat tua nanti, itu yang kita tidak tau π