Jam sudah menunjukkan jam 9 pagi ketika Dion sampai di kost tempat Toni tinggal. Diambilnya hp dan mulai mengetik di whatsapp nya ..
“Gw udah di kostan loe .. katanya mau jalan hari ini … cepetan..”
” Oh ok. Eloe langsung masuk kamar aja dulu ya. Gw masih mandi nih”
Mehhh… Dion nyengir. Jaman sekarang. Mandi, hape juga dibawa. Watsapan sambil mandi. Dion terkekeh sendiri. Dia menuju kamar nomor dua di deretan kanan. Dibukanya pintu yang memang tak pernah terkunci, lalu masuk. Kamar itu tak terlalu luas. Dipenuhi dengan barang-barang praktis.
Dion menggelesot di lantai bersandarkan tempat tidur. Tapi tiba-tiba matanya tertarik pada sesuatu yang berwarna merah yang sedikit menyembul keluar dari bawah bantal. Penasaran, karena hampir tak ada baju setahu Dion yang berwarna merah di kamar ini, ditariknya benda berwarna merah itu. Dion terkesiap. G-String? G-String warna merah? Punya siapa itu? Jangan-jangan si Toni mulai main-main nih …
Waktu seakan bergulir dengan lambat, suara percikan air di kamar mandi membawa kembali kenangan Dion tentang pertemuannya dengan Toni untuk pertama kalinya. Hasrat yang timbul saat pertama kali melihat Toni di stasiun kereta membuatnya mendekati lelaki yang baru datang dari kampung ke kota Metropolitan ini. Hasrat yang tak berhasil ditepisnya lantaran begitu kuat membelenggunya. Hasrat yang membuat banyak orang seringkali memandang aneh dan mencibir melecehkannya.
Karena hasrat itu pula Dion dengan rela hati membayar kost tempat Toni tinggal, mencarikannya pekerjaan dan memberikan semua apa yang dimaui lelaki itu, dengan syarat Toni mau menjalin hubungan dengannya … Dion tidak mau tahu kenapa Toni dengan cepatnya mau memenuhi keinginannya. Dion bahkan tidak peduli dengan banyaknya uang yang dikeluarkannya untuk kebutuhan Toni… Yang dia tahu, hasratnya terpenuhi, titik!
Suara pintu kamar mandi yang terbuka membuyarkan lamunannya … Toni keluar bertelanjang dada dari dalam kamar mandi. Dihampirinya Dion dengan senyum sumringah di bibirnya. Ketika senyumnya tidak juga mendapat tanggapan dari Dion, Toni merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan Dion – cowok berwajah halus dengan potongan rambut kelimis itu. Ditelitinya raut muka Dion yang terlihat cemberut dan pandangannya menerpa benda yang ada di tangan Dion. Sontak saja hatinya berdegup kencang karena gugup, tapi sedetik kemudian otaknya sudah berputar dengan cepat memberi jawab.
“Kenapa si loe, kok jutek banget?”
“Punya siapa ini? Kok bisa ada di sini?” Dion menunjukkan g-string merah yang ada ditangannya.
“Oalah ..perkara ini toh ?” Toni mengambil g-string merah yang berada di tangan Dion, mencampakkannya ke lantai.
“Soal gini aja kok diributkan? ” Toni mengumbar senyum nakalnya yang membuat hati Dion menggelora meski sedang kesal.
“Ini punya adik cewek gue yang baru datang ke Jakarta ini, kemarin malem dia nginep disini, transit doang sembari nengokin gue dan pagi-pagi tadi udah berangkat ke Yogya, ada tawaran kerja disana katanya. Teledor banget sih dia sampe g-stringnya bisa ketinggalan gitu . Kenapa loe, curiga banget kayaknya?”
Dion memandang Toni dengan seksama, dia tak sepenuhnya percaya dengan perkataan lelaki itu, apalagi bulan-bulan terakhir ini ada saja alasan yang dibuat Toni untuk membatalkan janji mereka. Tetapi untuk kesekian kalinya, perasaan halus Dion mencoba menepis semua keraguan itu. Sebentuk senyum kecil tersungging di bibirnya. Matanya dengan tajam menelusuri dada bidang Toni dan dengan cepat dipeluknya lelaki itu dengan gairah yang meluap. Toni tersenyum dalam hati, bersorak gembira karena Dion tidak mencurigainya lagi. Sekelebat bayangan seorang perempuan cantik hadir dalam pikirannya. Seakan bukan Dion yang memeluknya melainkan Dita.
Yah … Dita … si pemilik g-string merah itu, perempuan yang bercinta dengannya tadi malam, kekasihnya dari kampung yang beberapa bulan lalu datang dan kemudian sering dijumpainya dengan sembunyi-sembunyi, perempuan yang membuatnya beberapa kali membatalkan janji dengan Dion. Teringat percakapannya tadi malam dengan perempuan itu ..
“Sampai kapan kita seperti ini bang Toni? Sudah lama Dita menunggu..” bisik lembut Dita, abang adalah panggilan kesayangannya buat Toni.
“Sabar sayang tinggal beberapa bulan lagi, abang akan terus mengeruk duitnya si Dion. Abang sudah punya banyak uang di tabungan sekarang, tinggal ngerayu dia minta dibeliin mobil. Dita pikir abang menikmati hubungan dengan Dion itu? Bah .. abang sudah muak dengan hubungan itu. Abang sudah tak tahan dengan cibiran dan pandangan aneh orang-orang di sekitar kita itu. Kalau saja tidak karena duitnya, nggak bakalan mau bertahun-tahun abang berpura-pura seperti ini. Memuakkan !!”
“Setelah itu?”
“Beberapa bulan lagi uang tabungan abang pasti sudah tambah banyak, kita pulang ke kampung dan kawin. Biar saja si bego Dion itu meratapi nasibnya, udah ketipu… duitnya habis di tangan abang “ Keduanya kemudian tertawa lepas dan menikmati cinta mereka yang menggelora ..
“Toni ..” panggilan halus itu menyentakkan Toni ke dunia nyata … Dion masih memeluk erat tubuhnya , memandangnya dengan senyum di bibirnya. Toni membalas pelukan Dion sambil tertawa lebar … menertawakan kebodohan Dion ….


wow… liarrrr!! 😀 hahahaha… etapi kok ada Robby yak… sapa itu Robby? 😀
Huwaa..cetarr 😀 salam kenal
@ RedCarra : masa sihhh??
Siapa ya Robby? Ada tokoh baru muncul hi hi …
Gegara kebayang terus sama g-string merah itu, jadi salah tulis :D. Makasih buat koreksinya, udah kubetulin. Gb nya kucomot ya mak …
@ Tita Okti : idenya mirip ya ..
Salam kenal juga mak ..
@ Helda : wow .. ada Syahrini hi hi. salam kenal juga mak Helda ..
huwaaa dita *salahpokus :))
kerenn menusuk dari belakanggg
wowww
Mak mau terusin PromptChallenge? Prompt nya mulai besok senin di post di grup FB di sini https://www.facebook.com/groups/124674414370234/
kalo mau ayuk join 🙂 engga juga gpp feel free ajah…
Woogh.. Si Tony ini AC DC rupanya.. Cowok – cewek diembat.. 😀
Salam kenal ya mbaa.. 🙂
oalah… Dion apes terus ya nasibnya…hihihi… salam kenal mak…:-)
@ Rinibee @Nunung Nurlaela salam kenal juga ya .. :))
wow si Dion ternyata tajir.. mau dong ngabisin duitnya juga, hahahhahaha
salam kenal ya mba 🙂
@ Istiadzah Rohyati yuk kita sama2 habisin duitnya si Dion :))
Salam kenal juga mb ..
@ Hana : Sengaja nusuknya dari belakang mbak, klo dari depan kan keliatan dong ..:))
boleh minta beliin G-string merk channel sprti di ceritanya yg bunda yati gak?? :))