Fiksi

Prompt #40 : Jatuh Cinta

 

fobia* Credit *

 

Dara memang cantik, pantas saja banyak cowok yang mendekatinya. Tapi kenapa sampai sekarang dia masih belum punya pacar juga?

Mataku menerawang, menatap langit-langit kamar dengan perasaan resah. Wajah Dara, adik kelasku, selalu hadir dalam pikiranku.  Ada sebuah rasa aneh yang mengalir dalam hatiku setiap berpapasan dengan Dara di sekolah. Rasa yang begitu memabukkan bagiku. Aku jatuh cinta …

Teringat percakapanku dengan Yoga, tadi siang di sekolah.

“Ngelamun aja, mikirin siapa sih, Dod?”

“Nggak ada kok.”

“Boong, lagi mikirin si Dara, kan? Udah, tembak aja tuh cewek. Ntar telat digaet cowok lain, baru tau rasa. Kamis depan dia ulang tahun, lho. Dateng aja ke rumahnya, kasih kado terus tembak dia. Beres, kan?”

“Kok tau sih tanggal ulang tahunnya si Dara? Naksir juga, ya?”

“Enak aja. Aku dapet info dari Tari, sahabatnya. Kalo aku sih lebih suka dengan si Tari, rumahnya deket dengan rumahku. Jadi tinggal jalan kaki aja kalau mau ke sana, irit ongkos.”

“Dasar, pelit itu namanya.”

“Biarin,” Yoga terbahak.

Ehmm, jadi minggu depan Dara ulang tahun.  Mungkin benar kata Yoga, aku harus datang ke rumahnya dan menyatakan perasaanku padanya.

 

 ***

 

 

Sore di hari ulang tahun Dara, aku nekat pergi ke rumahnya. Jantungku berdebar dengan kerasnya, menunggu pintu rumah di buka setelah aku menekan bel. Langkah kaki terdengar  dan sebentar kemudian Dara muncul dari balik pintu.

“Eh, Dodi. Ayo masuk.”

Kami duduk di ruang tamu. Sedikit rasa canggung menyelimuti hatiku.

“Tumben datang ke sini?”

“Iya… ehmm …hari ini ulang tahunmu, kan? Selamat ulang tahun, Dara.”

“Makasih. Tahu darimana kalau hari ini aku ulang tahun?”

“Dari Yoga. O’ya aku ada hadiah untukmu. Bukalah.”

Dara tersenyum menerima kado berpita merah itu dan membukanya perlahan.  Begitu terbuka dan isi di dalamnya terlihat, Dara menjerit terkejut. Dicampakkannya kado itu ke lantai, badannya terlihat menggigil ketakutan.

“Kenapa kau, Dara? Kau tidak suka dengan kado yang kuberikan?”

“Tidak! Bawa pergi benda itu dari sini! Aku tak mau melihatnya lagi!”

Dara menjerit histeris dan mulai menangis.

“Aku takut dengan benda itu! Pergi! Pergiiiii!”

Aku kebingungan, niatku untuk menyatakan cinta kepada Dara, buyar sudah.  Kuraih kado yang tergeletak di lantai dengan hati penuh tanya.  Sebuah boneka yang cantik tersenyum menatapku.

 

 ***

Note : Pediophobia – Takut pada boneka

Word : 348

 

19 Comments

  1. Ahmad Alkadri March 1, 2014
    • Ryan March 2, 2014
      • Ahmad Alkadri March 2, 2014
        • Lianny March 2, 2014
          • Ryan March 8, 2014
  2. ione March 1, 2014
    • Lianny March 2, 2014
  3. Ryan March 2, 2014
    • Lianny March 2, 2014
      • Ryan March 8, 2014
        • Lianny March 11, 2014
  4. Helda March 3, 2014
    • Lianny March 11, 2014
  5. Lidya March 3, 2014
    • Lianny March 11, 2014
  6. riga March 3, 2014
    • Lianny March 11, 2014
  7. latree March 4, 2014
    • Lianny March 11, 2014

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.